4 Info Parenting yang Penting tapi Jarang Diketahui Ibu Hamil

Membaca referensi info parenting seperti kehamilan sebaiknya sudah dilakukan sejak dini, bahkan sebelum menikah. Hal ini untuk menghindari rasa malas mencari infomasi tersebut saat kehamilan sudah berlangsung sehingga banyak informasi yang terlewat. Padahal, banyak sekali informasi penting yang harus diketahui, berikut beberapa di antaranya.

Ibu Hamil

1. Tidak Harus Minum Susu Hamil
Saat ini, masih banyak yang beranggapan jika susu hamil menjadi salah satu menu wajib bagi ibu hamil. Bahkan, seorang wanita dengan riwayat penyakit asma sebaiknya menghindari susu hamil karena bisa menjadi media perantara penularan penyakit ini terhadap janin yang dikandungnya.

Lantas, bagaimana memperoleh asupan nutrisi yang banyak terdapat dalam susu hamil? Anda bisa memperolehnya dari beragam buah dan sayur. Tapi, hindari buah nanas, anggur, durian, serta nangka saat awal kehamilan atau trimester pertama. Selain susu, vitamin juga bisa diperoleh dari buah-bauhan dan sayur.

2. Tidak Makan Berlebihan
Hamil sering memang kerap disebut berbadan dua, tapi porsi makan tidak harus berbanding lurus. Tidak sedikit ibu hamil yang masih beranggapan jika bayi juga butuh porsi makan yang sama, bahkan sampai 2.000 kalori. Padahal, jumlah kalori yang perlu ditambahkan dalam porsi makan hanya 300 kalori.

Seperti yang diajarkan agama dan dikutip dalam sebuah ikan di TV, sesuatu yang berelebihan memang tidak baik. Hal ini berlaku pula untuk porsi makan ibu hamil. Jika terlalu kekurangan, maka bisa berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Sebaliknya, jika terlalu berlebihan, bisa menyebabkan preeklampsia.

3. Melakukan Tes TORCH
Info parenting yang satu inilah yang paling jarang diketahui ibu hamil. Padahal, tes TORCH bisa mendeteksi adanya bakteri dan virus yang ada dalam tubuh ibu hamil. Bakteri Toksoplasma sp. umumnya ditularkan oleh hewan berbulu yang tidak terawat, sayuran yang tidak dicuci bersih, hingga makanan yang tidak dimasak sempurna sampai matang.

Dampak negatif yang ditimbulkan jika seorang ibu hamil terinfeksi bakteri ini adalah keguguran, stillbirth (bayi lahir dalam keadaan meninggal), serta kerusakan otak. Kalaupun bisa lahir dengan selamat, umumnya bayi mengalami kelainan, baik pada penglihatan, pendengaran, hingga pertumbuhan yang tertunda.

4. Olahraga Teratur
Ibu hamil memang tidak boleh melakukan aktivitas yang menguras banyak tenaga, tapi bukan berarti meniadakan olahraga dan lebih banyak duduk-duduk atau tiduran. Olahraga ringan seperti berenang atau jalan keliling rumah dan alun-alun terbukti mampu meningkatkan sirkulasi darah serta memeperlancar persalinan.

Bahkan, aktivitas shalat pun bisa menjadi salah satu cara olahraga. Hal yang harus diperhatikan adalah rajin konsultasi ke dokter kandungan. Salah satunya adalah membicarakan tentang jenis-jenis olahraga yang diperbolehkan untuk dilakukan ibu hamil. Umumnya, olahraga yang tidak memberi tekanan besar pada perut dianjurkan oleh dokter.

Sebenarnya masih banyak info parenting yang sangat penting tapi belum banyak diketahui ibu hamil. Oleh karena itu, Anda bisa membaca semuanya di Orami Magazine, referensi terbaik untuk Anda dan pasangan dalam membina rumah tangga idaman.

Post a Comment

0 Comments